Jumat, 27 November 2009

Bagaimana nasib satwa liar di Indonesia??

Kali ini kami mungkin agak keluar dari jalur, karena kami tidak sedang membahas kabar burung di jakarta. Kali ini kami akan membahas masalah nasib satwa" liar yang ada di Indonesia.
Mungkin di Indonesia masih banyak orang yang kurang peduli terhadap nasib beberapa jenis satwa yang terancam.
Beberapa nasib satwa-satwa liar di Indonesia mungkin baik-baik saja, tetapi beberapa dari mereka sebenarnya sangat mengalami nasib yang sangat-sangat buruk.
Ada yang dijadikan sebagai peliharaan, dipelihara dikandang, di ekspor ke luar negeri, bahkan ada yang di bunuh dan juga dijadikan untuk menu sarapan.

PERTANYAANNYA ADALAH:
1.Seberapa besar diantara kita yang peduli terhadap nasib mereka?!
2.Kita sebagai manusia yang memiliki akal budi, seharusnya dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang jahat, tetapi mengapa diantara kita masih ada yang tega melakukan hal yang kejam terhadap makhluk lain?
3.Tidakkah kita memiliki rasa peduli terhadap makhluk lain?

Berikut ini kami akan memperlihatkan satu-persatu bahwa mereka masih mengalami tindakan yang sangat-sangat tidak pantas dari manusia:

I. Julang Emas (Aceros undulatus)
Puluhan burung julang emas (Aceros undulatus) disita petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Selasa (3/11). Selain itu petugas juga menyita satwa dilindungi lainnya yang akan diekspor yaitu seekor burung elang jenis ular bido dan seekor lutung jawa dari seorang pedagang satwa di Klaka, Lumajang, Jawa Timur. SURYA/SUGIHARTO.



II. Trenggiling (Manis javanica)






III. Kukang (Nycticebus coucang)



IV. Elang Jawa (Spizaetus bartelsi)



V. Elang Ular Bido (Spilornis cheela)



VI. Alap-alap Sapi (Falco moluccensis)



Mungkin kita semua tidak dapat menyangkan bahwa hal ini bisa terjadi, tetapi memang hal ini sudah terjadi dan beberapa sudah berhasil dihentikan, tetapi beberapa juga ada yang belum dapat di hentikan.
Jika hal-hal ini tidak di berhentikan, bagaimana nasib mereka semua di kemudian hari?
Mungkin yang akan terjadi adalah beberapa dari mereka hanya tinggal nama saja (punah)dan anak cucu kita hanya dapat mengenalnya lewat foto-foto yang ada saja.
Untuk itu kita harus benar-benar memperhatikan hal ini dan menghentikan semuanya itu dan untuk para pihak yang berwajib untuk lebih memperketat hukum, agar dapat menjauhkan mereka semua dari kepunahan.

STOP WILDLIFE EXPLOITATION
CLOSE DOWN BIRDMARKETS

Salam Jakarta Birder..

Rabu, 04 November 2009

Mengejar Itik di tambak ikan Marunda

Tambak ikan marunda sebenarnya merupakan tambak ikan milik warga, tetapi disini kita masih dapat melihat berbagai jenis burung pantai. Walaupun jumlah jenis burungnya sedikit, tetapi tempat ini juga merupakan tempat penting untuk para burung pantai, karena tempat ini dijadikan tempat persinggahan bagi jenis burung Cerek Kernyut. Burung pantai migran ini menjadikan tambak ikan marunda sebagai tempat persinggahannya selama musim migrasi. Selain itu beberapa jenis ada yang hanya menjadikan tambak ikan marunda sebagai tempat untuk mencari makanan. Pada sore hari, disini kita akan mudah untuk melihat Itik Benjut yang sangat pemalu dan kita juga akan sangat mudah untuk melihat Cabak Kota. Burung ini merupakan burung yang aktif mencari makan pada malam hari, dan pada siang hari mereka beristirahat di bawah semak-semak. Di tambak ikan marunda ini kita dapat melihat mereka dengan mudah, karena di tambak inilah burung Cabak Kota beristirahat. Walaupun tambak ini dihuni oleh manusia, tetapi mereka sangat menjaga ketat tambak mereka, dan sesekali waktu TIM Jakarta Birder didatangi oleh salah seorang penjaga tambak. Tetapi karena maksud kedatangan kami baik, ia mempersilahkan kami keliling tambak.
Selain Cerek Kernyut dan Cabak kota, di sini kita dapat melihat itik benjut yang pemalu dengan mudah. Mereka sering terlihat sedang berduaan ataupun dalam kelompok kecil. Itik ini merupakan species yang pemalu dan takut dengan kedatangan manusia, karena sering kali ketika kami melihat mereka, mereka langsung terbang menjauh. Kejadian ini terjadi berulang-ulang ketika kami berusaha mengambil gambar itik benjut yang bagus. Hingga akhirnya kami menemukan sepasang itik benjut yang sedang kamuflase diantara rumput-rumput kering di pinggir air. Pasangan ini sepertinya tidak terlalu terusik dengan kedatangan kami. Salah satu TIM Jakarta Birder langsung memasang Tripod dan memasangkan kamera. Jarak antara kami dengan pasangan itu cukup jauh, dan kami tidak mau mengganggu mereka, sehingga kami tetap di titik kami berdiri.


Tidak lama kemudian pasangan itu terbang dan sempat berputar, hingga akhirnya nampak mendarat 400meter dari tempat pertama. Dan kami pun melanjutkan pengamatan.
Tidak lama kemudian salah satu TIM Jakarta Birder melihat ada 2 ekor Itik Benjut yang sedang terbang, kemudian disusul dengan satu ekor yang lain, sehingga nampak 3 ekor terbang bersama-sama.

Kemudian dua dari mereka bertiga mendarat di tempat kawanan Cerek Kernyut berada. Kamipun langsung berlari menuju tempat mereka mendarat. Dan kami melihat ada 3 jenis burung yang berbeda berkumpul menjadi satu, mereka adalah Cerek Kernyut, Itik Benjut dan Seekor Kokokan Laut. Mereka nampak tidak saling menyerang antar yang satu dengan yang lain. Ini adalah moment yang pertama kali buat kami.


Semoga mereka dapat hidup dengan damai dan tidak diganggu oleh manusia
Salam Jakarta Birder!!