Selasa, 28 Juli 2009

Perjumpaan dengan Alap-alap Sapi

Panas terik menusuk kulit, keringat bercucuran kemana-mana, tetapi itu semua tidak membuat patah semangat saya untuk tetap mencari seekor jenis burung yang sangat istimewa untuk saya. Ketika sampai di lokasi saya hanya melihat laut yang mengalir karena angin, saya tidak melihat satu ekor burungpun. Tetapi tidak lama kemudian pemandangan berubah dengan kedatangan 4 ekor burung Cerek Jawa (Charadrius javanicus). Burung ini merupakan burung pantai yang berukuran kecil, dan bisa di temukan dalam jumlah yang cukup besar. Daripada tidak ada hasil saya mengambil foto burung tersebut. Ketika ke-4 cerek jawa tersebut terbang, saya kembali ke dalam suasana sepi. Karena lama sudah menunggu dan sudah kepanasan, saya memutuskan untuk pulang ke rumah. Ketika sudah berjalan 50meter, saya melihat di kejauhan ada seekor burung yang sedang melayang-layang. Saya pun memutuskan untuk mendekati burung tersebut, dan ketika saya sedang mendekati burung itu langsung turun ke tanah. Wahhhh...Mungkin ini adalah seekor alap-alap "dalam hati saya". Ternyata benar itu adalah seekor alap-alap sapi (Falco moluccensis), burung ini terlihat sedang mencari makan di padang rumput.




Tidak lama ketika saya sedang foto alap-alap tersebut, tiba-tiba ada seekor alap-alap sapi lagi, burung ini terbang menghampiri alap-alap yang sedang asyik mencari makan. Ternyata yang datang itu adalah pejantannya, karena dapat dilihat ekornya tidak memiliki garis-garis dan ukurannya lebih kecil dari yang satunya.

Si betina sempat menghindar ketika si jantan mendarat di dekatnya. Tetapi dalam situasi ini kedua burung tersebut tampak akur. Hanya saja sempat si betina mengeluarkan suara "kekekekeke...". Kira-kira 5 menit kemudian si pejantan terbang dan langsung terbawa jauh oleh angin menuju ke arah sebuah pabrik. Ternyata burung itu bertengger di bawah atap pabrik tersebut. Tidak lama kemudian si betina terbang karena mungkin merasa trusik oleh seorang yang sedang berjalan, walaupun jauh darinya. Si betina ini terbang ke arah pantai, dan disana ia kembali melanjutkan perburuannya. Kira-kira hanya 10 menit si betina pun terbang dan langsung terbawa angin menuju pabrik yang sama, dimana si jantan sedang asyik melayang-layang di atas atap pabrik tersebut. Mungkin pabrik itu merupakan tempat untuk istirahatnya, dan semoga saja pasangan Alap-alap Sapi ini dapat berkembang biak untuk menambah populasi mereka.

Rabu, 22 Juli 2009

Ragunan, Benteng untuk burung di bagian selatan Kota Jakarta



Kebun binatang Ragunan merupakan satu-satunya kebun binatang di kota Jakarta yg berfungsi sebagai sarana untuk rekreasi, pendidikan, dan penelitian. Kebun binatang Ragunan terletak di Pasar Minggu +/- 20 km dari pusat kota Jakarta dengan luas 140 Ha. Kebun Binatang Ragunan dapat dicapai dari berbagai jurusan, seperti dari Depok, Jatipadang, Cilandak, Pasar Minggu, Mampang Prapatan, dan Kebayoran Baru. Tetapi selain berguna untuk manusia, ternyata kebun binatang Ragunan dijadikan tempat tinggal berbagai macam jenis burung dikarenakan masih terdapat banyak pohon yang dapat digunakan burung-burung untuk bersarang dan tempat beristirahat, mulai dari burung berukuran kecil seperti cabai jawa (Dicaeum trochileum) sampai burung berukuran besar seperti sikep madu asia (Pernis ptilorhynchus) yang merupakan pengunjung musim dingin.

Berikut adalah list burung yang berhasil kami identifikasi :

1. Scarlet-headed Flowerpecker / Cabai Jawa (Dicaeum trochileum)

2. Olive-backed Sunbird / Burung Madu Sriganti (Nectarinia jugularis)

3. Brown-throated Sunbird / Burung Madu Kelapa (Anthreptes malacensis)

4. Common Tailorbird / Cinenen Pisang (Orthotomus sutorius)

5. Ashy Tailorbird / Cinenen Kelabu (Orthotomus ruficeps)

6. Bar-winged Prinia / Perenjak Jawa (Prinia familiaris)

7. Yellow-bellied Prinia / Perenjak Rawa (Prinia flaviventris)

8. Scaly-breasted Munia / Bondol Peking (Lonchura punctulata)

9. Golden-bellied Gerygone / Remetuk Laut (Gerygone sulphurea)

10. Great Tit / Gelatik Batu Kelabu (Parus major)

11. Eurasian Tree Sparrow / Burung Gereja Eurasia (Passer montanus)

12. Small Minivet / Sepah Kecil (Pericrocotus cinnamomeus)

13. Streaked Weaver / Manyar Jambul (Ploceus manyar)

14. White-breasted Woodswallow / Kekep Babi (Artamus leucorhynchus)

15. Long-tailed Shrike / Bentet Kelabu (Lanius schach)

16. Common Iora / Cipoh Kacat (Aegithina tiphia)

17. Fulvous-breasted Piculet / Caladi Ulam (Dendrocopos macei)

18. Sunda Woodpecker / Caladi Tilik (Dendrocopos moluccensis)

19. Coppersmith Barbet / Takur Ungkut-Ungkut (Megalaima haemacephala)

20. Collared Kingfisher / Cekakak Sungai (Todiramphus chloris)

21. Blue-eared Kingfisher / Raja Udang Meninting (Alcedo meninting)

22. Javan Kingfisher / Pekakak Jawa (Halcyon cyanoventris)

23. Oriental White-eye / Kacamata Biasa (Zosterops palpebrosus)

24. Blue Whistling-thrush / Ciung Batu Siul (Myiophoneus caeruleus)

25. Blue-crowned Hanging-parrot / Serindit Melayu (Loriculus galgulus)

26. Red-breasted Parakeet / Betet Biasa (Psittacula alexandri)

27. Tanimbar Corella / Kakatua Tanimbar (Cacatua goffini)

28. Sulphur-crested Cockatoo / Kakatua Koki (Cacatua galerita)

29. Yellow-crested Cockatoo / Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea)

30. Black-crowned Night-heron / Kowak

Malam Abu (Nycticorax nycticorax)

31. Javan Pond Heron / Blekok Sawah (Ardeola speciosa)

32. Grey Heron / Cangak Abu (Ardea cinerea)

33. White-breasted Waterhen / Kareo Padi (Amaurornis phoenicurus)

34. Sooty-headed Bulbul / Cucak Kutilang (Pycnonotus aurigaster)

35. Yellow-vented Bulbul / Merbah Cerukcuk (Pycnonotus goiavier)

36. Javan Myna / Jalak Kerbau (Acridotheres javanicus)

37. Oriental Darter / Pecuk-ular Asia (Anhinga melanogaster)

38. Spotted Dove / Tekukur Biasa (Streptopelia chinensis)

39. Plaintive Cuckoo / Wiwik Kelabu (Cacomantis merulinus)

40. Black-naped Oriole / Kepudang Kuduk Hitam (Oriolus chinensis)

41. Pink-necked Green Pigeon / Punai Gading (Treron vernans)

42. Pacific Swallow / Layang-layang Batu (Hirundo tahitica)

43. Linchi Swiftlet / Walet Linci (Collocalia linchi)

44. Pied Fantail / Kipasan Belang (Rhipidura javanica)

45. Oriental Honey-buzzard / Sikep Madu Asia (Pernis ptilorhynchus)

46. Peregrine Falcon / Alap-alap Kawah (Falco peregrinus)

47. Chinese Goshawk / Alap-alap Cina (Accipiter soloensis)

48. Japanese Sparrowhawk / Alap-alap Nipon (Accipiter gularis)

Berikut ini adalah beberapa foto yang berhasil kita ambil di dalam Kebun Binatang Ragunan , Jakarta Selatan:






"Kirik-Kirik...Kirik-Kirik-Kirik"





"Kirik-Kirik-Kirik-Kirik" itulah suara yang dihasilkan oleh burung jenis Kirik-kirik Laut (Merops philippinus). Burung dengan warna badan hijau, ekor berwarna biru, dan paruh panjang terbang dalam kawanan kecil berjumlah 5-10 individu. Kirik-kirik laut adalah jenis burung pengembara, artinya burung ini merupakan burung yang sering melakukan perjalanan jauh untuk mencari tempat yang menyediakan pakan untuknya. Pakan burung ini berupa serangga seperti kupu-kupu, capung, lebah, tonggeret, belalang, jangkrik, dsb.
Burung dengan nama inggris Blue-tailed Bee-eater ini sempat kami lihat sedang terbang dalam kawanan kecil berjumlah 5 ekor. Burung ini terlihat sedang terbang rendah sambil bersuara, dan tidak lama kemudian mereka bertengger di sebuah pohon mati. Sebelum mereka lepas landas, kami langsung mengambil kamera dan mengambil foto mereka. Tidak lama kemudian merekapun lepas landas karena mereka melihat ada manusia yang sedang berjalan di bawah mereka.

Selasa, 21 Juli 2009

Breeding nggak ya???

















SEDANG DALAM PEMBELAJARAN


"Breeding nggak ya???".
Pertanyaan ini masih ada di dalam pikiran saya sampai saat ini, karena melihat 2 ekor alap-alap sapi (Falco moluccensis) terbang berduaan di atas sebuah gedung apartement tua. Setelah beberapa kali saya monitoring lagi, burung ini hanya tampak 1 ekor. Burung ini terlihat terbang memutari gedung apartement tua tersebut sambil berbunyi "kekekekeke"..., melayang-layang di atas gedung, dan kemudian burung tersebut masuk ke dalam gedung tersebut. Alap-alap tersebut masuk ke dalam lantai 20 gedung apartement tua tersebut. Dalam beberapa hari saya monitoring, alap-alap tersebut hanya ada 1 ekor dan mungkin itu individu yang selalu menampakkan diri kepada saya setiap kali perjumpaan dan individu ini selalu menampilkan perilaku yang sama tiap kalinya.

Kemana satu individu lagi ya???Apakah ia berada di dalam sarang???Atau ia sudah tiada???
Dan apakah pasangan alap-alap ini sedang Breeding??
(-Masih akan dimonitoring terus oleh TIM jakarta birder-)



Sekilas INFO tentang alap-alap sapi.













PROFILE: Alap-alap Sapi


Nama indonesia: Alap-alap Sapi

Nama Inggris: Spotted Kestrel, Moluccan Kestrel

Nama latin: Falco moluccensis
Suara: "kekekekeke"...

Kebiasaan: Melayang-layang " Hovering", kemudian turun ke atas tanah untuk menangkap mangsa. Kepakkan di lanjutkan luncuran.
Biasa bersarang di dalam lubang batang kayu atau juga di gedung-gedung perkotaan.

Perilaku yang teramati: Burung ini teramati 2 individu, tetapi beberapa kali ini burung tersebut hanya tampak satu ekor saja. Terlihat terbang tinggi di lantai 20 gedung apartement tua. Terbang berputar sambil berbunyi "kekekekeke"...Melayang-layang tinggi di atas gedung.


Pengumuman: Bagi siapa saja yang tertarik untuk mengamati Alap-alap ini bisa hubungi kita, dan mungkin kita akan membantu. Terima kasih.



Minggu, 19 Juli 2009

Dari Tanimbar nyasar ke Jakarta

Mungkin bingung apa maksudnya "Dari Tanimbar nyasar ke Jakarta". Ini terjadi pada satu jenis burung yang berasal dari Tanimbar, yang ditemukan tinggal di Indonesia (tepatnya jakarta). Burung ini adalah jenis Kakatua Tanimbar / Tanimbar Corella (Cacatua goffini) atau dikenal dengan nama Kakatua Goffini. Burung ini merupakan burung endemik dari Tanimbar, yang artinya hanya ada di Tanimbar saja. Namun karena eksploitasi satwa yang tidak terhentikan, maka banyak dari mereka yang tertangkap oleh para pemburu, sehingga jumlah mereka terus menurun dan menurun. Burung ini ditangkap oleh pemburu untuk di ekspor ke luar negeri ataupun di jual di dalam negara. Tak heran kita dapat menjumpai burung kakatua ini di pasar-pasar burung.
Bagaimana dengan burung-burung kakatua yang terbang bebas di kota Jakarta?Apakah mereka burung kakatua liar yang terbang menyeberangi pulau?
Mungkin banyak yang bertanya demikian. Sebagian besar burung kakatua yang terbang di Jakarta adalah burung kakatua yang lepas dari kebun binatang atau tidak merupakan burung peliharaan yang lepas / dilepas, sehingga mereka berkembang biak dan menjadi banyak jumlahnya.
Salah satu tempat di jakarta yang menjadi tempat berkembang biak jenis kakatua tanimbar adalah Ancol. Tempat ini terletak di jakarta utara, lebih di kenal dengan nama Taman Impian Jaya Ancol. Disini TIM Jakarta birder berhasil menemukan satu pohon yang menjadi sarang bagi sepasang Kakatua Tanimbar.














Burung ini pertama kali di lihat 1 ekor sedang teriak-teriak sambil menaikkan jambul putihnya yang kecil. Tak lama kemudian satu ekor kakatua lain datang menghampirinya dan mereka tampak akrab. Dan setelah saling menyapa satu diantara mereka masuk kedalam lubang pada pohon tempat mereka bertengger disusul oleh satunya. Dan mereka berdua pun tak kunjung tampak lagi.
Mungkin pohon ini merupakan sarang untuk mereka berdua, yahh..semoga saja tangan-tangan jahat manusia tidak mengganggu kenyamanan mereka berdua.




Sabtu, 11 Juli 2009

Cabak Kota sang pemburu dalam kegelapan malam


Cabak kota (Caprimulgus affinis) merupakan jenis burung Nocturnal (aktif malam hari). Burung dengan nama inggris Savanna Nightjar ini berwujud mirip seekor burung hantu, hanya burung ini gemar tidur diatas tanah. Pada sore hari burung ini keluar dari tempat persembunyiannya dan terbang keluar untuk mencari mangsa berupa serangga. Suara burung ini sangatlah nyaring "Cheeew-eep"diulang-ulang , tetapi jarang orang dapat menemukan burungnya.


Burung ini senang berburu di daerah perkotaan dan di tempat terbuka seperti lapangan. Jika kita menggunakan senter LED, maka kita akan sangat mudah menemukan burung tersebut, karena matanya akan terlihat menyala. TIM Jakarta Birder berhasil mengambil foto burung tersebut dari jarak yang cukup dekat (1 meter), foto di ambil di pinggir pantai ancol, jakarta utara. Disana kita menemukan banyak sekali Cabak Kota dan kita dapat mengambil foto dengan mudah.

















INFO: Equipment= Kamera (Olympus SP-550UZ) dan 2 Senter LED

Minggu, 05 Juli 2009

Benteng terakhir bagi burung-burung di kota Jakarta

1. Jakarta Timur
Jakarta timur terdiri dari beberapa daerah penting di mana kita masih dapat melihat burung-burung liar yang masih bertahan hidup dengan menyesuaikan dirinya di kebisingan kota jakarta ini. Salah satu tempat yang masih menyimpan keberagaman jenis burung-burung kota di jakarta timur adalah:

Pondok Bambu.
Disini kita dapat menemukan beberapa jenis burung kecil seperti Cabe Jawa (Dichaeum trochileum), Burung Madu Sriganti (Nectarinia jugularis), Gelatik Batu Kelabu (Parus major), beberapa jenis Burung Bondol (Lonchura sp), Remetuk Laut (Gerygone sulphurea), dll.


































Selain burung-burung kecil, di daerah ini merupakan arus balik bagi para pengembara (burung-burung pemangsa). Sehingga tak jarang pada bulan Maret-Mei kita dapat melihat jenis Sikep Madu Asia (Pernis ptilorhynchus), Alap-alap Nipon (Accipiter gularis), dan Alap-alap Cina (Accipiter soloensis). Mereka biasa terlihat terbang dalam kawanan besar dan terkadang ketiga jenis burung pemangsa ini terbang bercampur menjadi satu. Mereka memulai migrasi pada bulan Desember, dimana di negeri aslinya mereka sedang musim dingin. Untuk melewati musim dingin biasanya mereka migrasi untuk mencari daerah yang hangat, dan mereka memilih Indonesia sebagai tempat peristirahatannya.




























2. Jakarta Utara
Daerah jakarta utara biasanya dapat di jumpai berbagai habitat burung berupa pantai, hutan bakau, rawa-rawa, danau, dll. Disini kita paling sering me
njumpai jenis burung-burung air seperti Pecuk ular asia (Anhinga melanogaster), Kuntul (Egretta sp), Blekok Sawah (Ardeola speciosa), Cangak (Ardea sp), dll.
Beberapa daerah di jakarta utara yang masih menyimpan bebagai jenis burung-burung air adalah:

Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA)

SMMA sebuah kawasan konservasi di wilayah hutan bakau (mangrove) di pesisir utara Jakarta. Secara administratif, kawasan ini termasuk wilayah Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Kotamadya Jakarta Utara. Kawasan yang berdampingan dengan Perumahan Pantai Indah Kapuk ini, hanya dibatasi Kali Angke dengan permukiman nelayan Muara Angke. Pada sisi utara SMMA, terdapat hutan lindung Angke-Kapuk yang berada di dalam wewenang Dinas Kehutanan DKI Jakarta.
SMMA juga dihuni oleh beberapa beberapa jenis burung endemik, yang hanya ada di Pulau Jawa. Misalnya Cerek Jawa (Charadrius javanicus) dan Bubut Jawa (Centropus nigrorufus). Bubut Jawa diketahui sebagai salah satu spesies terancam punah di dunia, dengan penyebaran terbatas di beberapa tempat saja termasuk di SMMA. Burung terancam punah lainnya yang menghuni kawasan ini ialah Bangau bluwok (Mycteria cinerea). Di Pulau Jawa, bangau jenis ini diketahui hanya berbiak di Pulau Rambut yang terletak tidak jauh dari Muara Angke.

http://id.wikipedia.org/wiki/Suaka_Margasatwa_Muara_Angke

Berikut data list burung-burung yang berhasil di temukan TIM Jakarta Birder di SMMA:
1. Remetuk Laut / Golden-bellied Gerygone (Gerygone sulphurea).
2. Pecuk Ular Asia / Oriental Darter (Anhinga melanogaster).
3. Burung Madu Sriganti / Olive-backed Sunbird (Nectarinia jugularis).
4. Gelatik Batu Kelabu / Great Tit (Parus major).
5. Jalak Kerbau / White-vented Myna (Acridotheres javanicus).
6. Cangak Abu / Grey Heron (Ardea cinerea).
7. Cangak Merah / Purple Heron (Ardea purpurea).
8. Blekok Sawah / Javan Pond Heron (Ardeola speciosa).
9. Kuntul Kecil / Little Egret (Egretta garzetta).
10. Kuntul Besar / Great Egret (Egretta alba).
11. Pied Fantail / Kipasan Belang (Rhipidura javanica).
12. Raja Udang Biru / Small Blue Kingfisher (Alcedo coerulescens).
13. Cekakak Sungai / Collared Kingfisher (Todiramphus chloris).
14. Cekakak Suci / Sacred Kingfisher (Halcyon sancta).
15. Layang-layang Batu / Pacific Swallow (Hirundo tahitica).
16. Walet Linchi / Linchi Swiftlet (Collocalia linchi).
17. Kareo Padi / White-breasted Waterhen (Amaurornis phoenicurus).
18. Mandar Batu / Common Moorhen (Gallinula chloropus).
19. Kowak Malam Abu / Black-crowned Night Heron (Nycticorax nycticorax).
20. Merbah Cerukcuk / Yellow-vented Bulbul (Pycnonotus goiavier).
21. Cucak Kutilang / Sooty-headed Bulbul (Pycnonotus aurigaster).
22. Tangkar Cetrong / Racket-tailed Treepie (Crypsirina temia)
23. Bambangan Kuning / Yellow Bittern (Ixobrychus sinensis).
24. Little Heron (Butorides striata).
25.
Kedasi Australia / Horsefield's Bronze Cuckoo (Chrysococcyx basalis).
26.
Bondol Peking / Scarlet-breasted Munia (Lonchura punctulata).
27. Caladi Tilik / Brown-capped Woodpecker (Dendrocopos moluccensis).
28. Caladi Ulam / Fulvous-breasted Piculet (Dendrocopos macei).
29. Tekukur / Spotted Dove (Streptopelia chinensis).
30. Perenjak Jawa / Yellow-bellied Prinia (Prinia familiaris).
31. Bubut Jawa / Javan Coucal [Sunda Coucal] (Centropus nigrorufus).














































Seekor Bubut jawa / Javan Coucal (Centropus nigrorufus) sedang asik mencari makan. Burung ini berhasil di temukan 4 individu oleh TIM Jakarta Birder. Tidak lama setelah selesai mengamati Bubut Jawa, TIM mendengar suara seperti bergema "booming" suara "BUP" diulang-ulang. Ternyata itu suara dari burung bubut jawa tersebut. TIM Jakarta Birder sangat senang karena bisa mendengar suara bubut jawa untuk pertama kali.